Wednesday, September 27, 2017

6 Kesalahan fatal yang harus dihindari saat wawancara




Wawancara atau dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan “tanya jawab direksi perusahaan dengan pelamar pekerjaan”, merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seorang perwakilan sebuah perusahaan untuk merekrut seseorang yang mereka kira bisa bekerja dengan baik di perusahaan yang mereka kelola.
Baik tua ataupun muda pasti akan mengalami proses wawancara terlebih dahulu sebelum mereka diterima di sebuah instansi tertentu. Prosesnya menurut saya cukup mudah yaitu hanya tinggal menjawab pertanyaan yang dilontarkan, tapi masih ada saja beberapa orang yang tidak diterima oleh instansi atau perusahaan yang mereka incar. Alasannya menurut saya cukup simpel yaitu kesalahan yang dibuat sebelum wawancara dan sampai wawancara itu berakhir. Lalu kesalahan seperti apa yang banyak dilakukan. Berikut penjabarannya bisa anda baca di bawah ini:
1.       Salam dan salim

Saat anda ingin membuka pintu, pasti ada beberapa dari anda yang mengucapkan salam pembuka seperti “assalmualaikum”. Salam seperti itu memang tidaklah salah, yang salah jika anda mengucapkannya kepada orang yang berbeda agama. Jadi salam yang seperti itu bisa anda ganti dengan “selamat pagi” atau “selamat sore”, tergantung dengan situasinya. Tapi jika anda sudah memastikan sang pewawancara merupakan orang dengan agama yang sama, maka anda bisa mengucapkan salam yang dikhususkan tersebut.
Untuk salim, ini juga merupakan kesalahan yang cukup banyak dilakukan oleh orang-orang. Kenapa bisa? Sebab banyak orang mengajak salim atau “berjabat tangan” kepada para pewawancara yang sebenarnya tidak membutuhkan hal tersebut. Kegiatan berjabat tangan yang dilakukan itu, bisa anda lakukan jika si pewawancara memang mengajak anda bersalaman.
Namun anda tidak bisa tenang juga, sebab genggaman tangan anda juga sangat berpengaruh terhadap penilaian diri anda. Genggaman yang terlalu kuat atau terlalu lemah bisa menandakan kepada pewawancara bahwa anda sedang gugup, sehingga penilaian sikap terhadap anda pun semakin menurun.
2.       Senyum

Apa salahnya dengan senyum? Mungkin beberapa dari anda akan berfikir demikian, namun hal ini pada dasarnya juga cukup berpengaruh terhadap penilaian. Para pewawancara biasanya memang dipilih khusus oleh sebuah perusahaan guna merekrut orang-orang, sehingga jika anda memberikan senyum palsu terhadap sang pewawancara maka yang ada penilaian terhadap diri anda menjadi berkurang. Minimal anda bisa tersenyum tanpa memaksakan diri, namun jika tidak bisa maka sesuatu yang harus anda lakukan ialah membuat aura bahagia di sekitar anda.
Cara membuat aura yang bahagia tersebut yaitu bisa dengan berfikir positif atau anda juga bisa membayangkan sesuatu yang membuat anda bahagia,  dengan begitu anda tidak usah membuat senyum palsu yang bisa merusak penilaian terhadap diri anda.
3.       Duduk

Untuk duduk kemungkinan kecil dari anda saja yang melakukannya. Memang seperti apa kesalahan tersebut? Kesalahan yang dilakukan sebenarnya tidak terlalu bisa dirasakan oleh pelaku, namun cukup berpengaruh terhadap orang yang memperhatikan mereka. Kesalahan duduk tersebut ialah “duduk tanpa disuruh”. Memang ada orang seperti itu? Tentu saja ada, sebab beberapa orang beranggapan bahwa tempat duduk yang disediakan di sana memang dikhususkan bagi mereka. Jadi secara tanpa sadar orang-orang seperti itu sudah memberikan penilaian yang buruk di mata para pewawancara.
Selain itu posisi duduk juga cukup memengaruhi penilaian seseorang. Disarankan kepada anda untuk tidak menyadar pada kursi atau terlalu maju menghadap pewawancara, usahakan posisi duduk anda tegak lurus seperti orang kebanyakan.
4.       Pandangan
Kesalahan ini lebih sedikit dilakukan daripada kesalahan saat duduk, kesalahan tersebut ialah tidak memandang kepara pewawancara saat ia ditanyai.
Padahal dengan memandang tepat pada wajah atau bahkan menatap dalam ke mata pewawancara, merupakan sebuah cara yang bisa meningkatkan penilaian terhadap diri anda.  Dengan melihat fokus terhadap orang yang diajak berkomunikasi menandakan bahwa orang tersebut merupakan seorang pendengar yang baik.
5.       Gerak tubuh
Biasanya hal ini banyak dilakukan tanpa sadar. Beberapa dari orang yang sedang melakukan wawancara biasanya akan sedikit canggung atau gugup saat mereka berhadap dengan pewawancara. Guna menghilangkan rasa canggung atau gugup tersebut, maka banyak orang melakukan beberapa gerakan kecil guna menghilangkannya. Padahal jika diperhatikan, pewawancara mendapatkan tugas tersebut bukan karena mereka karyawan di sana namun lebih ke “skill” atau kemampuan untuk menilai seseorang. Jadi jika anda sedang melakukan kegiatan wawancara maka perhatikanlah hal sekecil itu, sebab orang yang anda ajak bicara kebanyakan bukan orang biasa.
6.       Berbohong
Seperti yang saya sudah singgung di atas tadi. Para pewawancara memang kebanyakan dipilih khusus oleh perusahaan guna menilai orang baru yang akan direkrut. Jadi jika anda menjawab pertanyaan dengan jawaban bohong, maka secara tak langsung tubuh anda akan mengeluarkan beberapa reaksi fisik. Sehingga jika hal tersebut sampai diketahui oleh pewawancara, maka bisa dipastikan hal tersebut dapat menurukan penilaian diri anda di mata pewawancara.
Tipsnya adalah jawab semua pertanyaan dengan jujur dan tidak bertele-tele.
7.       Penutup
Untuk penutup mungkin hanya kesalahan “salam salim” saja yang harus anda hindari, untuk kesalahan yang lain kebanyakan tidak atau sulit untuk terjadi.
Mungkin itulah beberapa kesalahan yang dapat saya rangkum untuk anda. Memang kesalahan-kesalahan tersebut terlihat sepele "jika yang menilai orang biasa", namun beda halnya dengan orang yang ahli. maka dari itu coba jagalah sikap anda di manapun anda berada mulai sekarang, karena anda tidak akan pernah tahu bagaimana penilaian orang terhadap anda.
Sekian informasi dari saya.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Sampai jumpa.

0 comments

Post a Comment