Wawancara atau dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan
“tanya jawab direksi perusahaan dengan pelamar pekerjaan”, merupakan suatu
kegiatan yang dilakukan seorang perwakilan sebuah perusahaan untuk merekrut
seseorang yang mereka kira bisa bekerja dengan baik di perusahaan yang mereka
kelola.
Baik tua ataupun muda pasti akan mengalami proses wawancara
terlebih dahulu sebelum mereka diterima di sebuah instansi tertentu. Prosesnya
menurut saya cukup mudah yaitu hanya tinggal menjawab pertanyaan yang
dilontarkan, tapi masih ada saja beberapa orang yang tidak diterima oleh
instansi atau perusahaan yang mereka incar. Alasannya menurut saya cukup simpel
yaitu kesalahan yang dibuat sebelum wawancara dan sampai wawancara itu
berakhir. Lalu kesalahan seperti apa yang banyak dilakukan. Berikut
penjabarannya bisa anda baca di bawah ini:
Saat anda ingin membuka pintu, pasti ada
beberapa dari anda yang mengucapkan salam pembuka seperti “assalmualaikum”.
Salam seperti itu memang tidaklah salah, yang salah jika anda mengucapkannya
kepada orang yang berbeda agama. Jadi salam yang seperti itu bisa anda ganti
dengan “selamat pagi” atau “selamat sore”, tergantung dengan situasinya. Tapi
jika anda sudah memastikan sang pewawancara merupakan orang dengan agama yang
sama, maka anda bisa mengucapkan salam yang dikhususkan tersebut.
Untuk salim, ini juga merupakan kesalahan
yang cukup banyak dilakukan oleh orang-orang. Kenapa bisa? Sebab banyak orang
mengajak salim atau “berjabat tangan” kepada para pewawancara yang sebenarnya
tidak membutuhkan hal tersebut. Kegiatan berjabat tangan yang dilakukan itu,
bisa anda lakukan jika si pewawancara memang mengajak anda bersalaman.
Namun anda tidak bisa tenang juga, sebab
genggaman tangan anda juga sangat berpengaruh terhadap penilaian diri anda.
Genggaman yang terlalu kuat atau terlalu lemah bisa menandakan kepada
pewawancara bahwa anda sedang gugup, sehingga penilaian sikap terhadap anda pun
semakin menurun.
Apa salahnya dengan senyum? Mungkin
beberapa dari anda akan berfikir demikian, namun hal ini pada dasarnya juga
cukup berpengaruh terhadap penilaian. Para pewawancara biasanya memang dipilih
khusus oleh sebuah perusahaan guna merekrut orang-orang, sehingga jika anda
memberikan senyum palsu terhadap sang pewawancara maka yang ada penilaian
terhadap diri anda menjadi berkurang. Minimal anda bisa tersenyum tanpa
memaksakan diri, namun jika tidak bisa maka sesuatu yang harus anda lakukan
ialah membuat aura bahagia di sekitar anda.
Cara membuat aura yang bahagia tersebut
yaitu bisa dengan berfikir positif atau anda juga bisa membayangkan sesuatu
yang membuat anda bahagia, dengan begitu
anda tidak usah membuat senyum palsu yang bisa merusak penilaian terhadap diri
anda.
Untuk duduk kemungkinan kecil dari anda
saja yang melakukannya. Memang seperti apa kesalahan tersebut? Kesalahan yang
dilakukan sebenarnya tidak terlalu bisa dirasakan oleh pelaku, namun cukup
berpengaruh terhadap orang yang memperhatikan mereka. Kesalahan duduk tersebut
ialah “duduk tanpa disuruh”. Memang ada orang seperti itu? Tentu saja ada,
sebab beberapa orang beranggapan bahwa tempat duduk yang disediakan di sana
memang dikhususkan bagi mereka. Jadi secara tanpa sadar orang-orang seperti itu
sudah memberikan penilaian yang buruk di mata para pewawancara.
Selain itu posisi duduk juga cukup
memengaruhi penilaian seseorang. Disarankan kepada anda untuk tidak menyadar
pada kursi atau terlalu maju menghadap pewawancara, usahakan posisi duduk anda
tegak lurus seperti orang kebanyakan.
Kesalahan ini lebih sedikit dilakukan
daripada kesalahan saat duduk, kesalahan tersebut ialah tidak memandang kepara
pewawancara saat ia ditanyai.
Padahal dengan memandang tepat pada wajah
atau bahkan menatap dalam ke mata pewawancara, merupakan sebuah cara yang bisa meningkatkan
penilaian terhadap diri anda. Dengan
melihat fokus terhadap orang yang diajak berkomunikasi menandakan bahwa orang
tersebut merupakan seorang pendengar yang baik.
Biasanya hal ini banyak dilakukan tanpa
sadar. Beberapa dari orang yang sedang melakukan wawancara biasanya akan
sedikit canggung atau gugup saat mereka berhadap dengan pewawancara. Guna
menghilangkan rasa canggung atau gugup tersebut, maka banyak orang melakukan
beberapa gerakan kecil guna menghilangkannya. Padahal jika diperhatikan, pewawancara mendapatkan tugas tersebut bukan karena mereka karyawan di sana namun lebih ke “skill” atau kemampuan untuk menilai seseorang. Jadi jika anda
sedang melakukan kegiatan wawancara maka perhatikanlah hal sekecil itu, sebab orang yang
anda ajak bicara kebanyakan bukan orang biasa.
Seperti yang saya sudah singgung di atas
tadi. Para pewawancara memang kebanyakan dipilih khusus oleh perusahaan guna
menilai orang baru yang akan direkrut. Jadi jika anda menjawab pertanyaan
dengan jawaban bohong, maka secara tak langsung tubuh anda akan mengeluarkan
beberapa reaksi fisik. Sehingga jika hal tersebut sampai diketahui oleh
pewawancara, maka bisa dipastikan hal tersebut dapat menurukan penilaian diri anda di
mata pewawancara.
Tipsnya adalah jawab semua pertanyaan
dengan jujur dan tidak bertele-tele.
Untuk penutup mungkin hanya kesalahan “salam
salim” saja yang harus anda hindari, untuk kesalahan yang lain kebanyakan tidak
atau sulit untuk terjadi.
Mungkin itulah beberapa kesalahan yang dapat saya rangkum
untuk anda. Memang kesalahan-kesalahan tersebut terlihat sepele "jika yang menilai
orang biasa", namun beda halnya dengan orang yang ahli. maka dari itu coba jagalah sikap anda di manapun anda berada mulai sekarang, karena anda tidak akan pernah tahu bagaimana penilaian orang terhadap anda.
Sekian informasi dari saya.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Sampai jumpa.







0 comments
Post a Comment